Belajar dari Alam dan Laboratorium: Mahasiswa Biologi FMIPAK Unima Kunjungi Persemaian Modern Likupang

Bitung, 29 April 2026 — Mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Kebumian (FMIPAK) Universitas Negeri Manado (UNIMA) melaksanakan kunjungan akademik ke Persemaian Modern Likupang Batuputih, yang berlokasi di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Batuputih, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik Mata Kuliah Kultur Jaringan, dengan fokus pada penerapan teknik tissue culture di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman.

Persemaian modern ini merupakan fasilitas strategis yang dikelola oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Tondano, di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dengan luas mencapai sekitar 30 hektar, fasilitas ini berperan dalam produksi bibit tanaman kehutanan dan buah dalam skala besar, sebagai bagian dari upaya rehabilitasi hutan dan lahan serta pelestarian lingkungan.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemaparan terkait sistem produksi bibit modern, tetapi juga melakukan praktik langsung teknik kultur jaringan di laboratorium. Mahasiswa diperkenalkan pada tahapan penting dalam tissue culture, mulai dari sterilisasi alat dan bahan, pembuatan media kultur, hingga proses inokulasi eksplan dalam kondisi steril menggunakan laminar air flow.

Kegiatan ini didampingi oleh tim dosen Prodi Biologi FMIPAK UNIMA, yaitu:

  • Dra. Fanny Nella Nanlohy, M.P., DHET
  • Dr. Emma Mauren Moko, S.TP., M.Si.

Lebih dari sekadar kegiatan akademik, kunjungan ini juga selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

  • SDG 4 (Quality Education / Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik,
  • SDG 13 (Climate Action / Penanganan Perubahan Iklim) melalui kontribusi rehabilitasi hutan, dan
  • SDG 15 (Life on Land / Ekosistem Daratan) melalui produksi dan konservasi tanaman.

Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh wawasan komprehensif mengenai integrasi antara teknologi kultur jaringan dan produksi bibit tanaman dalam skala operasional. Hal ini memberikan gambaran nyata bagaimana ilmu bioteknologi diaplikasikan dalam mendukung program rehabilitasi hutan dan ketahanan lingkungan.

Salah satu dosen pendamping menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik di lapangan. “Mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana teknik kultur jaringan diterapkan secara nyata dalam sistem produksi bibit, sehingga pemahaman mereka menjadi lebih utuh dan kontekstual,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Prodi Biologi FMIPAK UNIMA semakin siap menghadapi tantangan di bidang bioteknologi, konservasi, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan lingkungan hidup di Indonesia.